Monday, March 02, 2009

HATI ORANG MUSIK

Tanggapan orangramai, senang, enjoy dan glamer....apa yang glamer aku pun indak tau...yang aku terasa tiap-tiap bulan kena fikir next projek, on going projek...untuk dapat income tambahan selain gaji bulan...aduhhh.
Aku ditanya pasal music business dan 'dunia orang musik' macam mana kamu mengatur masa? family, kerja dan macam-macam lagi....
Music business niii..biasalah macam bisnes lain juga ada turun naiknya. Kalau di Sabah ni segala proses dari A-Z dibuat sekali oleh penerbit, kebiasaanlah. Tugas menerbit, jurutera rakaman, photography, videography, design cover album semualah bah diatur..maklumlah budget hanya setakat tu jak.

Mereka-mereka yang indak paham pasal dunia 'orang-orang musik' ni pula atau dalam erti kata tugas-tugas berkaitan dengan produksi musik....bah macam ini la kami!...Ramai yang tidak paham betapa sukarnya 'tugas' kami sebenarnya (tidak kira apa bidanglah..as long as yg terlibat dengan music production).

Pernah juga aku ditanya (atau aku rasa kena sindir ni!?) "yang kau duduk berjam-jam depan komputer kenapa? (aku tengah termenung cuba compose lagu baru!...)". Bagus kau pigi potong rumput ka, tolong kemas rumah ka, tolong jaga anak ka.....aduhhhh...panasssss!....jiwa dan ragaaaaa. Tapi 'mereka' juga tidak bersalah!...sebab?...sebab 'mereka' tidak pernah merasai dan mengambil peluang memahami 'tugas' dan 'keunikan' kerja orang-orang musik macam kami ni.

Cakap lah apa dan bilang lah apa saja...pukul rata semua tugas berkaitan musik ini berkaitrapat dengan permainan PERASAAN dan EMOSI yang mana setiap proses akan melalui halwa pendengaran telinga lalu menusuk masuk kesanubari hati pendengarnya. Malah lagu (karya) itu sendiri lahir 'dari' cantuman perasaan dan emosi penciptanya lalu berakhir juga 'didalam' perasaan dan emosi hati si pendengar....irama dan lagu tidak pernah menusuk ke otak!...jadi kita tidak pernahlah mendengar orang dilamun cinta berkata "aku jatuh otak padamu"???..semestinya wadah yang terucap adalah.."aku jatuh hati padamu".

Jadi apa isunya bos!?.....aku ditanya lagi.

Isunya ialah...untuk mendapatkan sebuah musik, lagu, lirik, recording vokal, mix, mastering, cover album, emosi gambar...dll yang sempurna memerlukan ianya keluar dari HATI dan PERASAAN EMOSI.

Jadi kunci utamanya ialah SOAL HATI. kalau hati kita sentiasa gembira nescaya perasaan dan pemikiran kita akan sentiasa positif dan lancar...selancar minyak pelincir bergerak memberikan si komposer ilham yang datang...zassss layannnn.

Oleh itu, janganlah kami dipersoal, dimarahi, diguris dan dikecewakan bila mana kami sedang bertugas atau dibebani dengan tugasan 'dunia musik', kerana selalunya hasil "financial'nya nanti akan 'dinikmati' bersama juga.

Termenung sambil memandang skrin computer bukannya soal syok sendiri cuma kami kadang-kadang kebuntuan idea bah!..urang Sabah bilang 'mati akal'. tetapi kami sebenarnya sedang meng'apply' creativity musik dan idea kami yang unik ini.... Tidak semua orang dianugerahkan kelebihan dan kebolehan musik...sama seperti saya tidak dianugerahkan kelebihan dan kebolehan untuk menjadi seorang doktor bedah!

Jadi kepada isteri, suami, boyfriend girlfriend, tunang, ayah ibu, datuk nenek, member-member, orang awam, ayam itik burung-burung dan Lembaga Letrik Sabah.....hehehe anak-anak kecil terkecuali la ya....jaga la perasaan 'orang-orang musik' masa kami sedang bertugas... kerana emosi yang BEST akan menjanjikan sesuatu hasil yang BEST! juga...comfirm!

Saturday, February 28, 2009

Kesian Candy AF5...demi peminat.

Aduh jam sudah dekat 3 pagi ni...sesi rakaman awal baru jak selesai, well... sort of. Tiga hari jugalah kami semua bertungkus-lumus bersengkang mata untuk menyiapkan rakaman 2 buah lagu awal album KDM pertama Candy AF5. vocal, back-up vocal, ad-lib...fuh! belasah habis...and it 'turn out' to be 'the killer' song, hopefully.

Well, 8 more to go and the next recording session we'll be recording 3 more songs in two days. Can Candy (we) make it the launching day this May...i think she(we) can. Buli bah kalau kau!

Sebelum ini, memang ramai artis local kami pernah bekerja dan bekerja dengan Candy merupakan sesuatu pengalaman baru juga dari segi hasil kerja EMP, idea, konsep dan kreativiti 'diri kami' (dan EMP) yang ingin kami sampaikan melalui bakat Candy yang ada pada diri Candy.

Candy begitu professional dan berdisiplin dengan berlatih sebelum masuk studio rakaman...saya rasa tunjuk ajar di Akademi dulu benar-benar Candy apply. Bukan saja senang menerima arahan malah Candy juga turut menyumbangkan idea susunan vokalnya.

Semua memang under pressure...lebih-lebih lagi bila menanti hasil akhir produksi ini dan penerimaan public nanti. Tekanan Candy pula yang terpaksa berulang-alik KL-KK-KL dan kesibukan tugas Candy bersama Astro, di Sabah dan juga Kuala Lumpur agak merisaukan kami juga. Terutamanya dari segi kesihatan mental dan fizikal candy.

Mungkin sukar untuk orang lain gambarkan...kami yang agak bernasib baik, berpeluang mendampingi Candy dapat merasakan 'bebanan' tugas dan 'cinta'nya pada seni, semua penat lelahnya disembunyikan dalam senyuman manis Candy...

Semuanya demi untuk peminat.

KE Next Top Entertainer..dan 'meja bulat' kami!

Ramai kawan-kawan yang sudah tanya bila mau buat posting baru...kalau bulih rajin-rajin update macam si http://www.dbosfm.blogspot.com/ yang sudah jadi macam 'berita pagi' dunia hiburan Sabah.
Ada juga yang minta review pasal album. Mungkin part review album ni EMP tidak boleh lah disebabkan kami juga adalah penerbit album, jadi kita serah sajalah tugas review dan promo ni sama si DBOS...kirim saja produk anda sama dia ni. Namun pendapat dan komen boleh email atau chat online sama aku di Instant Messaging (IM).
Satu lagi kalau aku kena beli selalu...err itu kena ambil perhatian sudah akan 'kemampuan' wallet aku pasal hampir setiap bulan ada tidak kurang 3 album mesti keluar dari artis lama dan baru. Kalau kena beli semua ni....secara positifnya aku boleh berbangga kerana menyokong rakan-rakan di dunia hiburan Sabah....namun dari sudut negatifnya...anak aku kena minum susu cap junjung mangkali bulan ni..hehehe..off budget peruntukkan beli susu...odoi dogo!

Anyway, last week aku menghadiri 'KE Next Entertainer' dan ramai la bah betul pengunjung. maka lepak la 'kami' di lobi (cakap saja 'lobi' la..glamer sikit..padahal kaki lima jak baini!)tangga Pusakag Cafe dengan macho nya sambil cuci2 mata sumandak talawa yang turun naik tangga.

Aku, Dj Othoe (SuriaFM), Alvin (Infinatez), Fred (Sabah Records), Usal Jon Gavis(ko mau minta korom kah ini!..).

Sekali sekala dorang si Kadus, Bossing, ntah siapa-siapa lagi yg aku lupa sudah singgah di tempat kami...aku rasa tempat siurang berdiri sama sibuk macam acara di dalam Pusakag Cafe malam tu...

Biasalah, cerita kami berkisar dari sudut teknikal, pemasaran, visi industri musik Sabah sehinggalah kepada cerita saiz rim kereta sport idaman dan kedai hardware sana Menggatal yang ada jual kepala cangkul 3 in 1 hahaha...
Ok lah..berbalik kepada dunia hiburan Sabah. Melihat kepada pengunjung dan isu 'meja bulat' (padahal berdiri jak siurang ni)..kami pada malam itu dan penganjuran KENE...ia merupakan antara salah satu 'idea pengerak' usaha generasi muda KDM ini yang memperjuangkan kesinambungan perkembangan industri hiburan di Sabah selama ini. Infinatez yang 90% non-kdm speaking group (10% tu si Alvin) telah menyanyikan lagu 'HINONGOH' ciptaan Fingerstylo, bahasa etnik tempatan Sabah ini ke satu level lagi untuk generasi muda KDM.

Dari era John Gaisah...ke alunan melodi Jambatan Tamparuli..
sehinggalah kini pendengar dibuai Sayang Kinabalu, sebuah lagu yang kini begitu cliche dengan Negeri Sabah...tanahairku. Kekuatan bakat seni dan keunikan sosio-budaya (PTI yg ada IC tidak termasuk ah!) di Sabah ini menjadi tunjang kepada yang saya panggil sebagai 'Sabah Memiliki Pasaran dan Industri Musiknya Sendiri' yang mampu berdiri jika usaha promosi dan 'bantuan' sepatutnya dari mana-mana pihak diteruskan.

Mungkin secara umumnya 'isu' yang kami bincangkan pada malam itu boleh dirangkumkan seperti berikut:..(macam soalan SPM pula Othoe!)

1. Dimanakah halatuju industri musik 'kita' 2 -3 tahun lepas ini?
2. Pro dan Contra kemajuan teknologi terhadap masa depan industri musik?
3. Apa usaha 'kita'/badan/pertubuhan seni sendiri dalam memajukan Industri musik Sabah?

(pembaca yang ada idea atau pendapat boleh sumbangkan komen dan cadangan..tapi indada hadiah la..setakat terima kasih dan ingati daku dalam doa mu saja!..hehee...namun pendapat dan cadangan pembaca akan diambil perhatian) .

bersambung....

Saturday, February 07, 2009

Everybody in the studio plez stand up…CANDY In Da’ House!


Yes..we kicked start our year of the Ox with an interesting production of Candy’s AF5 album…and it is a KDM album and most probably the 1st KDM album to be promoted with the help of Astro….ui siuk ini tau.

Earlier we have a very long discussion about promoting Sabah own music scene in any Astro’s local entertainment channel with the help of Sabah’s AF artists…for a start.
Actually the same ideas has long been proposed to Maestro talent by producers based in KL...but the ideas have to be put in shelves (kena K.I.V la baini kunun) due to Maestro own busy marketing plan.

Sabah has a unique entertainment market with its own moulds of music genre, and what interesting the most are…Sabahan loves and supports their music culture. It is a business opportunity for those who can see it!..errr actually a few people (not Sabahan) have been and still rock and rolling very gooood in Sabah’s local music business for almost 25 years...

We are trying to make Candy’s KDM album as a pioneer KDM album for Astro to look into venturing ‘something’ in Sabah, the much needed ‘tools’ for our music market since Jurassic years. It’s a mammoth tasks for us but somebody have to clear-up the jungle so that all of us in Sabah especially those in the industry can excel further. Whether it is a successful journey or another ‘small Sabahan’s music lover’ flops dream…we are crossing our fingers…bukan finger’s licking good…to be honest I’m also kadang2 begagar! Risau..bukan takut. Hehehe.

For the production team..thanks for your supports and ideas, Mr. Melvyn of Maestro Records thanks for the much needed support for us, especially full filling Candy’s dream to cut a KDM album (cum her 1st full album).
To 'E'...somebody who prefered to remain ANYNOMOUS..(untill further notice ka?? hehehe)...thanks for giving us this opportunity.

Candy’s album expected to hit the market throughout Sabah and Lembah Klang, well, somewhere in May 2009…macam ini 'bulan'kan sudah jadi ‘trend’ artis Sabah release album hehehe. 10 songs (or maybe ada extra..kira bonus track la baini) in her debut album where 2 songs will be in Bahasa Malaysia..supaya Candy ada lagu sendiri time buat show.

According to Maestro Record, Candy’s malay singles or EP already in their lists for this year's plan or may be her full album!….err Mr. Melvyn…siurang bulih ampit kai ni tuan???

AdingEMP 7/2/2009

Saturday, January 31, 2009

BAH!...Start Sudah...kihoii

Makan sudah!...minum pun sudah!...hari berganti hari, bulan berganti bulan, setelah hampir setahun berEMAIL dan berBLOGGING saja, maka bermulalah sudah segala tugasan yang telah dirancang untuk merealisasikan lagi IMPIANnya untuk menjadi satu KENYATAAN.

Hari ini merupakan hari pertama bersemuka dengannya dan semasa sesi latihan dan vocal checking ...menurut firasat pakcik nak...dia ni memang.....BULIH BAH!

‘Unik dan bukan semudah yang disangkakan’…itulah ungkapan yang mampu saya ceritakan setakat ini dalam menyempurnakan tugas dan harapan yang telah diletakkan dibahu EMP.

Bukan mudah..betul!..dari sudut perundangan, kontrak perjanjian sehingga la ke bab penciptaan lagu…EMP akan ‘memberikan’ imej kepada artis ini melalui album beliau nanti yang dijangka akan berada dipasaran sekitar bulan April atau Mei tahun ini.

Unik?..ya..aku rasa banyak keunikkan dalam albumnya nanti. Apa itu ‘UNIK’…nanti akan turut aku elaborate dalam update berkenaan album artis ini di posting kedua nanti.

Siapakah artis ini????...soalan cepu emas!...

Orang pertama yang dapat meneka artis ini akan menerima CD beliau termasuk beberapa hadiah yang lain…hehehe. Eh! Betul ni…kira-kira macam soalan kuiz la baini (ahli keluarga dan rakan terdekat mereka yg terlibat didalam projek ini minta maap ya!..indak layak!...indak masuk book!..kana lumpakis telinga kalau kadapatan…pakai proxy? emmm?..jangan sampai siurang tau la).
Mana tau ada hadiah melancung bersama artis ini atau auntie dia sebagai wakil? Hahaha….aku kena tanya tukang sponsor ni.

Clue pertama: beliau adalah species ‘sumandak’.

Monday, January 19, 2009

Anugerah Tokoh Lagu PERTISA 2008

Video montage yang disediakan oleh EMP untuk malam Anugerah Pertisa 2008 bagi kategori Anugerah Tokoh Lagu. Pemenangnya ... Asmin Mudin.

Wednesday, January 14, 2009

tired of MIDI songs???....

“If you’re tired of “MIDI songs” and want to hear real musical instruments being played by a true-blue Sabahan pop/rock band, this album is for you.”

Quote diatas tu aku ambil daripada satu blog music Sabahan dan perkataan yang saya highlight itu yang AMAT menarik perhatian saya mengenai review penulis tersebut mengenai MIDI….atau barangkali beliau merujuk kepada kebanyakkan album-album tempatan yang agak obvious bunyinya antara satu album dengan album yang lain dari segi ‘sound source’nya.

Mereka-mereka yang masih novice atau baru menceburi bidang ni akan selalu merujuk situsasi ini sebagai “bunyi computer”…pun betul jugak!..memang bunyi computer!...maka dikategorilah produksi si dia indada kualiti, murah atau main cincai jak!

Musical Instrument Digital Interface atau singkatan MIDI, merupakan satu protocol atau standard yang digunakan sebagai alat untuk semua peralatan dan perkakasan eletronik musik berkomunikasi dengan computer.

Oleh itu “tired of “MIDI Songs”…(dah bosan dengan music bunyi MIDI)..errr telinga aku ni pun ‘macam’ sudah terbiasa mendengar bunyi-bunyi MIDI atau lebih tepat “sound source” yang digunakan oleh para pemuzik..tidak kira Sabahan kah atau segelintir pemuzik besar di kee eel. Telinga aku senang dapat membezakan beberapa sound source seperti alat synthesizer Roland dan Yamaha…kerana mungkin peralatan ini lah yang paling banyak dan affordable di market…maka siapa-siapa yang produce album dengan synth ni..compom bunyinya akan samaaaa jak la!!

Sebenarnya bukan perkataan bunyi “MIDI” yang betul digunakan..tetapi “sound source” atau Sound Module adalah perkataan rujukkan yang paling tepat sekali…butul ni!

Jika anda berpeluang masuk ke studio-studio commercial yang besar anda akan terkejut melihat Sound Module atau keyboard-keyboard pelbagai brand bertingkat-tingkat kena susun…well, bukan kena main pun untuk recording!...tetapi hanya digunakan untuk mendapatkan sound source yang terdapat didalam sound module keyboard atau synth yang banyak-banyak tu..

Dulu! aku sendiri pun berpandangan begini…maklumlah belajar sendiri. Tapi selepas bertanya dan difahamkan oleh mereka-mereka yang sudah arif dengan benda-benda ni barulah persepsi aku berubah dan ilmu didada bertambah..eseymen!

Don’t get me wrong!...whatever sound source you are using does not matter. The key to your music are ‘your own creativity and fresh ideas”. Your can have expensive sound module, top of the line or stacks of sound modules in your studio…but if you lack or reluctant with ideas and creativity on how to tweak your sounds…you’ll be wasting your ringgit as well!...



BUT!..good sound modules do give you tight, warm, extra sound to your arrangement. You can rest assures on this.

ish! espeaking pula aku!

Mengenai 'live sound' pula...memang tidak boleh dinafikan rakaman secara live adalah yang paling siok sekali kerana sound dia betul-betul 'warm'...kerana keunikkan KAREKTOR audio frequensi atau audio wave itu sendiri. Jika dibandingkan dengan karektor frequensi digital MIDI.
Aku paling suka mix live recording kerana senang kita 'bermain' dengan frequensi wave yang direkod. Mix MIDI pula adalah vice versa...tapi kalau aku mix untuk lagu-lagu urban, hiphop atau dance...vice versa lagi satu kali hehehe.

Pendek kata ikut kesesuaianlah...itu jak!....indadak yang salah...indada peraturan atau undang-undang khusus dalam benda ni....pasal kau la 'tukang masak' dia! sedap ka tidak kau kena tanggung sendiri.

Jadi! Kesimpulannya…untuk mendapatkan sound source yang bagus memang tidak boleh dinafikan…perlu pelaburan. Pelaburan ini pun jangan la lokek!..ini semua adalah untuk jangka panjang dan kemajuan diri juga jika anda betul-betul serius dalam minat music anda ni. Jangan over confident sound source ala kadar boleh memberikan anda ‘sound’ taraf dunia!...dan akhir sekali kita tidak boleh lari dari pengunaa MIDI…tapi kita boleh improve dengan bertanya, membaca, berlatih dan berkongsi pengetahuan dengan mereka-mereka yang sudah arif…


Aku pun budak masih terus belajar…

AdingEMP 14/01/2009

Tuesday, January 06, 2009

Anugerah PERTISA 2009...?

Aku tulis ni pasal tertarik dengan pandangan si Mr.Puppy dalam ruangan komen diblog artis Adex di http://www.ade-gamusic.blogspot.com/ serta komen Ambrose Mudi juga agak menarik di http://www.yangkalamai.blogspot.com

Pandangan mereka ini menarik bagi saya untuk membuat ulasan peribadi sedikit....bukan pandangan EMP secara keseluruhan.

Mr.Puppy....YA Betul! comment dia ni...dan ada juga yang saya mau kasi betul balik untuk pengetahuan mr.puppy dan pembaca lain la umumnya.

Jika dibaca balik artikel mengenai PERTISA didalam akhbar The New Sabah Times, atau diblog dBOSfm…

PERTISA atau Persatuan Artis Dan Penulis Sabah telah ditubuhkan dengan maksud menjadi sebuah Persatuan yg mewakili kesemua pengiat seni, penulis dan kartunis di Sabah. Oleh itu penganjur telah menjemput kesemua individu-individu yang terlibat menjadi ahli agar segala aktiviti, kebajikan dan bantuan teknikal pengurusan dapat disalurkan dengan lebih berkesan dan sistematik.

dan biasalah..ada yang berminat dan tidak kurang juga yang tidak memperdulikan 'asas' penubuhan PERTISA ini...tapi mereka2 yg terlibat didalam industri tetapi tidak berminat mendaftar sebagai ahli PERTISA...terus menerus mengeluh akan nasib mereka dan industri musik tempatan itu sendiri.

Beberapa idea mr.puppy yang saya setuuuuuju la bah ialah isu mengenai kategori-kategori Pencalunan mengikut genre lagu....kerana lagu-lagu produksi tempatan sememangnya banyak umpamanya genre bahasa KDM, Bahasa Malaysia, Bajau dan etnik suku kaum yang lain..

seperti yang mr. puppy cakap...agak susah, contoh, lagu bajau Den ditanding dengan lagu KDM yang lebih ramai barangkali pengikutnya didalam satu pencalunan. Well, cadangan beliau yang lain iaitu pengenalan kpd beberapa kategori 'teknikal' juga perlu diambil kira....namun jika kategori ini dilaksanakan, kos 'hadiah' juga dijangka akan meningkat.

Cadangan tambahan aku pula ialah mengiktiraf para jurutera-jurutera rakaman untuk kategori adunan music terbaik, rekabentuk kulit album…ini bukan apa..supaya pihak jurutera rakaman, designer dan photographer akan lebih berusaha meningkatkan tugas dan pengetahuan teknikal mereka ini.

salah satu isu yang dibangkitkan beliau ialah "hanya lagu-lagu Dusun yang memonopoli pencalunan"... kalau hanya lagu-lagu bahasa KDM saja yang paling banyak penyertaan atau dihantar pencalunannya dan yang lain tidak hantar!..nak buat macam mana?..mcm cakap si Nabil...yu pikerrr la sendiri!!. lagipun memang kenyataan industri musik tempatan yang paling ramai/banyak mengeluarkan album ialah KDM sendiri.

(Tapi aku percaya tahun 2009 ni akan banyak genre musik baru tempatan akan keluar…EMP juga secara tidak langsung terlibat dalam usaha ini kerana salah satu artis nasional akan muncul dengan album sulung KDM nya selewat-lewatnya pada bulan April 2009 ini.)

Namun perlu diingat juga kesemua semua pencalunan haruslah dibuat sendiri oleh pencalun atau syarikat rakaman mereka sendiri...dan ini bukan la tugas PERTISA...PERTISA hanya menyediakan platform iaitu sebagai si penganjur Anugerah itu sendiri...mengikut acuan, dan kriteria yang telah pihak PERTISA sendiri putuskan. Jadi hanya lagu-lagu yang telah dihantar pencalunan oleh pihak yang berminat dicalunkan...pihak Stacy, pihak Infinatez dan yang lain-lain tidak mencalunkan lagu atau album mereka...kuroyon poh dih.

cakap salah!...tak cakap pun salah!..memang betul juga 'siapalah' PERTISA ni untuk mengiktiraf individu seni, PERTISA bukan la sebuah akademi music seperti Grammy Academy...namun 'isi' kedua-duanya adalah SAMA.

Grammy Academy diduduki oleh golongan professional music, syarikat rakaman, jualan dan karyawan yang lain. Undian mereka memerlukan kos berpebelanjaan yang besar, data jualan adalah daripada music retail yang participate dan diawas oleh badan..kalau di Malaysia oleh pihak RIM. PERTISA juga kini mempunyai ahli-ahli panel yang saya rasa cukup garam dan ajinomoto nya, sebab itulah mereka telah usahakan penganjuran Anugerah ini. menurut cerita dalaman satu 'tsunami' untuk industri hiburan tempatan sedang diusahakan oleh ahli-ahlinya sendiri...kena tunggu ni!!!

PERTISA..hanyalah sebuah persatuan berdaftar yang tiada sumber kewangan..tetapi kaya dengan ahli-ahli yang highly motivated, determination, creative, high spirit and mempunyai visi...sepuluh tahun kedepan....kalau indak keterlaluan la.

Mungkin satu usaha tambahan dalam mencari data tambahan dalam pengiraan undian populariti ialah dengan cara melantik seberapa banyak atau beberapa outlet-outlet music audio (kedai kaset) untuk mengumpul data pembelian/jualan setiap album tempatan sepanjang tahun.

Jadi tidak hairan la...penganjuran PERTAMA ini pada kadar sebegini sahaja...mana tahu 3 tahun dari sekarang PERTISA diikuti secara langsung melalui SabahTV!????..

'Jointventure' penganjuran memang ada dilakukan dalam penganjuran Anugerah PERTISA seperti pihak The New SabahTimes, SuriaFM, Ampal Production, Skyline Entertainment, Etnik Muzik Production dan lain-lain lagi..disamping pihak Kementerian di Sabah. Kerjasama ini pula kena berhati-hati kerana melibatkan soal-soal perundangan dan tatatertib juga..ini aku indak mau elaborate lah..Rahsia Kerajaang!

SPONSORSHIP?...ya mr. puppy memang betul...PERTISA kena duduk meja sekarang merancang untuk mendapat sumber kewangan tambahan untuk penganjuran tahun 2009 ini...bahaya ni kalau indada panganuan!.

MC punya baju..err subjective sikit tapi aku kena sokong si mr. puppy kerana memang betul majlis untuk 'orang industri' berdressing 'glamour-glamour' macam tu.... sepatutnya MC juga turut berpakaian yang lebih 'macam industri hiburan'...difahamkan baju batik MC pada malam itu adalah sponsor dari sebuah butik..harganya pun ribu-ribu ringgit juga tapi aku rasa "ambience" pakaian MC dengan suasana malam itu indak match...err pandangan peribadilah.

Pakaian penonton juga aku agak gelihati malam tu..ada yang ikut glamour atau lebih glamour dari artis sampai si DJ Othoe tersilap urang yg melimpas disangka artis!..itu urang bilang "mimang mau jadi artis tapi belum jadi lagi" hahaha...berjalan confident ikut red carpet lagi tu! hehehe…si Ben Ben (adik aku) pun macam ‘artis’ hampir-hampir kena interview...tersilap masuk lorong ber red-carpet!

Tidak kurang juga ada penonton yang datang dressing macam mau pigi tengok main bola di padang sekolah ..indak payah ceritalah fesyen dia ni..siap dengan bakul plastic ada burger lagi.

Mungkin penganjuran kedua dan seterusnya boleh memberi dua tiga hadiah khas untuk ‘pakaian penonton yang paling glamour’ ka, terbaik kah atau bagi dress code…hehehe. Bukan apa ini mengalakkan penonton berpakaian yang sesuai jak!..bukan mau suruh pakai mahal-mahal.

Akhir sekali, siapa lagi yang mahu berusaha mengiktiraf artis tempatan kita kalau bukan kita sendiri?!. Jadi usaha PERTISA ini jangan lah dilemah-lemahkan semangat dia kerana ini hanyalah penganjuran pertama. Ingatkah lagi penganjuran Anugerah Juara Lagu TV3 yang pertama 23 tahun yang lalu…pigi cari di google…malas aku mau taip.!...atau pigi jak blog si Nurjeha ni http://nurjenna.blogspot.com/2008/01/juara-lagu-fakta-ringkas.html. AJL telah bercambah dari penganjuran di studio mini sehinggalah ke lokasi yang lebih besar dan glamour-glamour gitu!

Jadi yang mula tu pasti ada kekurangannya….nanti selepas ni bila budget dah ada jadi ok la tu..

AdingEMP 6/1/2009

Wednesday, December 17, 2008

Friday, December 12, 2008

Anugerah Khas Tokoh Lagu PERTISA 2008 - part 4

Anugerah ini..membawa kita semua kepada seorang anak seni tempatan yang telah meletakkan bakat seorang composer, penulis lagu dan penulis lirik dari Sabah sebaris dengan nama besar didalam industri musik Negara seperti M.Nasir, Adnan Abu Hassan, Loloq dan ramai lagi. Sejak 1990 sehinggalah kini beliau sudah menulis lebih 300 karya lagu dan lirik

Pencapaian Lagu Antara Bangsa
Anita Mui 1998 (versi `Mengapa Kasih’-Shiela Majid)
Leon Lai 1999 (versi `Sebenarnya’-Man Bai)
Ziana Zain (Anggapanmu)Anugerah Suara Emas di Tokyo 1996
Jacklyn Victor (Gemilang)Anugerah Suara Emas di China 2006
Sydney Olimpik 2001-(Kau Ilhamku)Lagu Tema Pasukan Hoki Malaysia
Sabah Tourism (Sayang Kinabalu)Lagu Tema 2008

Pencapaian Malaysia
Anugerah Juara Lagu TV3 2006 (Gemilang-Jacklyn Victor-Penulis Lirik)
Juara Balada AJL TV3 2006 (Gemilang-Jacklyn Victor-Penulis Lirik)
Juara Hitz 1 RTM 2006 (Gemilang)
Juara Carta (Anggapanmu,Enggan,Kau Ilhamku,Gemilang)
Anugerah Khas BMG sebagai composer Ukay’s Bisa Berbisa (Jualan melebihi 300,000) 1994
Anugerah Platinum Berkembar BMG sebagai composer Ziana Zain Puncak Kasih (Jualan melebihi 100,000)1997

Pencapaian Sabah
Sabah Tourism (Sayang Kinabalu) 2008
Juara CATS (RTM)2006
Juara Lagu Bandaraya DBKK 2007
Juara Carta Sinding Bontugon RTM (Adaa,Milanggad-langad Toh)2006
Pencipta Lagu Tema Jabatan Pelajaran Sabah 2008


Asmin Mudin atau ‘Umbut’…lahir daripada sebuah keluarga seni juga di daerah Papar pada tahun 1970, beliau telah meminati bidang musik ini semenjak dibangku sekolah lagi.

Jiwa musik Asmin berkembang kerana ayah beliau juga merupakan seorang pemain violin yang terkenal dikampungnya, malah abang beliau sendiri, penyanyi Kimin Mudin sudah berbakat mencipta lagu semenjak dibangku sekolah lagi dan jika abangnya tiada dirumah, Asmin akan mencuri-curi baca bait-bait lirik ciptaan abangnya.

Bermula sebagai pelukis berbakat sejak berumur 13 tahun.Pencapaian tertinggi beliau ialah mendapat tempat ke-7 Kategori Terbuka Malaysia sempena Pertandingan Melukis Poster Anti Dadah Kebangsaan 1990.

Beliau juga aktif dengan band beliau semasa di Kg.Kelatuan Papar( 1986-1989) sebagai seorang pemain gitar bass.

Bermula pada tahun 1990 sehinggalah kini, beliau mula mengurung diri atau perkataan lebih tepat, mengabdikan diri sebagai composer & penulis lirik.

Asmin pernah muncul sebagai penyanyi lagu ‘Terima Kasih’ dalam album koleksi RAP 98 bersama Shiela Majid, Adflin Shauki, Karma, Zubir Ali dan Freelance. Beliau juga pernah merakamkan album solo bersama RAP pada 1997, namun album tersebut tidak sempat dipasarkan apabila Roslan Aziz Production berpecah.

Setelah itu hasil karya beliau banyak diambil oleh artis-artis terkenal tanahair dan pada tahun 2007 , hasrat beliau untuk bergelar penyanyi tercapai apabila muncul secara duet dengan Kimin Mudin dalam lagu `Palis-palis Jauh-jauh’ dan Lydia Kalidin `Kotoh Tiwas’…mungkin beliau akan menerbitkan albumnya sendiri tahun hadapan dibawah label EMP.

Secara diam-diam pula beliau amat berbakat dalam bidang pengacara hiburan. Beliau kini merupakan antara pengacara tetap untuk syarikat besar seperti BERNAS di Sabah.

Seni beliau diperkukuhkan lagi dengan memiliki Ijazah Seni Persembahan Muzik Universiti Malaya. Sebagai seorang guru muzik dan pensyarah muzik sambilan, seni beliau sudah pun ditabur kepada ribuan anak-anak Sabah sejak tahun 1991 sehinggalah kini. Beliau sering menjadi penceramah jemputan untuk agensi, sekolah serta Universiti di Sabah.
Sebagai penulis lagu dan lirik paling berjaya di Sabah….dengan ini Tokoh Lagu PERTISA 2008…Asmin Mudin

Thursday, December 11, 2008

ANUGERAH KHAS PERTISA 2008 - part 3

3 Anugerah Khas telah disampaikan pada malam itu iaitu :

a. Anugerah Khas Lakonan, yang melibatkan pencapaian dan sumbang dalam bidang lakonan
b. Anugerah Tokoh Lagu Tempatan, pencapaian penciptaan dan penulisan lagu
c. Anugerah Khas Utama, pengiktirafan khas sepanjang masa kepada artis-artis yang sememangnya layak untuk menerimanya atas kajian dan persetujuan ahli-ahli panel juri PERTISA.

Ketiga-tiga kategori anugerah ini diwujudkan sebagai pengiktirafan kepada individu-individu yang telah memberikan sumbangan serta impak kepada industri seni di Sabah dan nasional amnya.

Saya mulakan dengan penerima pertama Anugerah Khas PERTISA 2008..mendiang John Gaisah…errr sebelum itu pigi la kamurang pasang lagu-lagu supertar Sabah ni..baru siok membaca…sambil singgut-singgut itu idung..mana tau koturu romou matonu…!

Kemerduan dan kemantapan vokal beliau menyentuh jiwa setiap pendengar dan peminat musik.

Populariti lagu-lagu beliau melangkaui batasan masa, lapisan bangsa dan kefahaman bahasa itu sendiri.

Lagu-lagunya terus berkumandang.

Jika ditanya siapakah pelopor kepada industri musik Sabah, sememangnya ramai rakan-rakan yang seangkatan dengan beliau turut berjasa menyumbangkan segala usaha serta bakat yang mereka ada…

Ambrose Mudi, Justin Lusah, Francis Landong, Peter Pragas, MY Ismail, Justin Stimol, antara nama-nama seangkatan beliau dan senior beliau, dalam perjuangan mereka inilah yang sebenarnya telah menjadi teras kepada keunikan industri musik Sabah itu sendiri di Malaysia.

Namun jika ditanya siapakah ‘icon’ bagi industri musik Sabah itu, memang tidak boleh disangkal lagi bahawa insan seni inilah Ikon dan Idola Sabah yang sebenarnya.

Di pertengahan tahun 1970an…muncul seorang anak muda Dusun dari daerah Tambunan yang seterusnya ditakdirkan untuk melakar dimensi baru industri musik pop tempatan Sabah ketika itu.

Dilahirkan 53 tahun yang lalu daripada sebuah keluarga yang sememangnya amat mencintai musik. Anak kecil ini dinamakan JOHN GAISAH dan mungkin sudah suratan takdir bagi beliau membesar menjadi seorang seniman legenda Sabah.

Patah tumbuh hilang berganti namun penganti se’gah’ namanya masih belum lagi ada pengantinya setakat ini.

Populariti beliau jugalah yang telah menbawa hala tuju era musik POP Kadazandusun ke satu zaman yang cukup gemilang bermula seawal tahun 1970an lagi

dan Industri musik itu sendiri berkembang pesat atas populariti beliau selepas menduduki tempat ketiga di dalam Pertandingan Bintang RTM tahun 1976, yang ketika itu dimenangi oleh allahyarham Sudirman Hj. Arshad…namun bagi warga Sabah, beliau adalah JUARA.

Sekembalinya ke Sabah, nama beliau terus dijulang umpama seorang superstar!.

Namun baginya, popularity yang mula beliau kecapi bukan penghalang untuk terus menghibur para peminatnya walau dimana saja.

Dengan merendah diri, bagi beliau ‘musik ada jiwanya’ sebagai hiburan untuk kita semua…tidak kira dimana…kelab malam, dewan masyarakat, majlis perkahwinan, bawah kemah, bawah kulung rumah…segala-galanya adalah untuk kerja seni sebagai seorang penghibur nombor satu Sabah.

Beliau juga mahir bermain beberapa alat musik, namun bakatnya lebih terserlah di dalam bidang nyanyian serta penulisan lagu dan lirik. Ciptaannya mencapai status ‘evergreen’ malah ada hasil kerjanya dirakam semula oleh generasi artis baru Sabah, dari pelbagai rentak dan irama…dari pelbagai genre dan golongan bangsa pendengarnya…

“Miniagal Oh Sinsing” dan “Taragang Rasuk” adalah antara ciptaan beliau di puncak kegemilangannya ketika itu dan kesinambungan jiwa musik yang beliau serapkan didalam lagu-lagu ciptaannya terus diminati setiap lapisan maysarakat untuk satu jangkamasa yang lebih lama..

Album-album beliau masih terus terjual laris tidak kira dari peringkat apa generasi sekali pun. Malah artis-artis baru seperti ATAMA telah membawa lagu beliau ke satu generasi lagi. Lagu-lagunya jadi siualan anak-anak muda yang ingin cuba untuk mengikut jejak langkah yang beliau bina.

Bait-bait liriknya menceritakan seribu satu pengertian…pengajaran..dan juga lawak jenaka sebagai hiburan.

Namun 27 tahun yang lalu, di pagi 11 Ogos 1981. Sabah dikejutkan dengan pemergian beliau buat selama-lamanya dalam satu tragedi kemalangan jalanraya pada jam 1.15 pagi bersebelahan dengan bangunan arkib negeri Sabah sekarang.

Ikon muzik Sabah ini disahkan meninggal dunia pada usia yang baru mencecah 26 tahun, masih terlalu awal dan masih terlalu muda untuk peminatnya meratapi pemergian beliau.

Kita belum pun puas untuk menikmati alunan merdu suaranya.

Kita belum pun puas untuk menikmati hasil kerja seni seterusnya.

Pemergian beliau bukan saja amat dirasai oleh keluarga tercinta..malah ianya adalah satu kehilangan besar bagi Sabah.

Sebagai penghormatan dan pengiktirafan tertinggi industri musik Sabah pada malam itu, penerima pertama Anugerah Pertisa 2008 adalah milik artis…ikon…idola…dan penghibur nombor satu Sabah…mendiang John Gaisah.

Satu legasi telah beliau dirikan, sebaris memori beliau tinggalkan untuk generasi seterusnya ingati.....yang pasti jasad beliau bersemadi tenang di lembah hijau Tambunan, namun jiwa musiknya akan terus hidup...umpama beliau tidak pernah meninggalkan kita semua!

...Rest In Peace to the king...salute!





by: AdingEMP 2008



Wednesday, December 10, 2008

Anugerah PERTISA 2008….dan pemenangnya ialah (part 2)

Pelakon Lelaki Paling Popular
Abu Bakar Ellah @ Ampal

Pelakon Wanita Paling Popular
Clarice John Matha

Penyanyi Lelaki Paling Popular
Joseph Majakui

Penyanyi Wanita Paling Popular
Esther Elizabeth Applunius


Telemovie Paling Popular
Orang Kita 1



Lagu Paling Popular
Sayang Kinabalu
(performed by Kimin Mudin)



Artis Paling Popular
Ivy Alexandra
(taken from kadusmusic blog)

Tuesday, December 09, 2008

Anugerah PERTISA 2008...Berjaya! part 1


Selesailah sudah debaran para artis yang tercalon... penganjuran yang berani saya cakap..BERJAYA! ramai artis-artis baru dan veteran 'berkumpul' didalam satu majlis yang cukup bersejarah untuk industri musik Sabah sendiri. Penganjuran majlis pengiktirafan ini juga menjadi satu platform baru untuk industri musik di Sabah untuk terus berkembang dan bersaing dalam acuannya yang tersendiri. Penganjuran Anugerah PERTISA 2008 ini juga telah mendapat 100% pengiktirafan, sokongan dan bantuan oleh pihak kerajaan negeri Sabah melalui Kementerian Pelancungan, Kebudayaan dan Alam Sekitar yang diterajui oleh YB Datuk Masidi Manjun, sebagai salah satu lagi cabang industri perniagaan yang perlu dipandang serius oleh semua pihak.

Ucapan pembukaan oleh Presiden PERTISA, Datuk Joseph P. Guntavid, menyentuh akan objektif serta visi PERTISA itu sendiri sebagai sebuah persatuan yang dapat menjaga kebajikan dan memajukan para pengiat seni musik, pelakon, penulis, penerbit filem, penari, pemusik dan banyak lagi kegiatan seni di Sabah.

Sejarah penubuhan dan perjalanan PERTISA itu sendiri mencerminkan perjuangan yang sedang dan telah ahli-ahlinya lakukan untuk industri musik tempatan itu sendiri.

PERTISA telah meletakkan agenda utamanya sebagai wakil sah Malaysia Authors' Copyright Protection (MACP) di Sabah dalam pengurusan serta penguatkuasaan soal-soal royalti, seperti yang telah termaktub dalam Akta Hakcipta dan Harta Intelek.

Ucapan Pengerusi Penaung, YB Philip Lasimbang, menyentuh dengan lantang untuk memartabatkan seni kebudayaan etnik Sabah dan musiknya sehingga ketahap dunia, jika boleh. Malah, setiap golongan pencinta musik Sabah perlu menyokong perkembangan industri musik tempatan itu sendiri dengan membeli produk ori artis-artis tempatan tanpa bergantung kepada budaya "free" seperti muat-turun musik secara haram melalui internet. produk ori bukan sahaja mempunyai nilai-nilai estetika malah baik dari segi moral.

Kita perlu berbangga akan artis-artis kelahiran Sabah sendiri yang sudah menempa nama dipersada antarabangsa seperti Che'nelle, Roger Wang, Fred Chong (komposer) dan Asmin Mudin (komposer) sendiri.

Selain isu royalti, standard pembayaran untuk artis juga perlu diseragam dan diperjuangkan.

Golongan pengiat seni pula diingatkan agar meningkatkan mutu karya mereka dengan idea serta penciptaan yang lebih up-to-date.

Dalam ucapan perasmian pula oleh YB Datuk Masidi Manjun, Menteri Pelacungan, Kebudayaan dan Alam Sekitar Sabah, melahirkan ketidakpuasan hati beliau dengan penarafan artis tempatan dan artis jemputan dari luar Sabah yang jauh jurangnya. Artis-artis luar ini dibayar beribu-ribu ringgit dengan hanya menyanyikan berapa buah lagu-lagu SAMA yang berulang-ulangkali mereka persembahkan dalam satu show...manakala artis tempatan hanya dibayar dua atau tiga ratus sahaja malah kadangkala diminta untuk beri diskaun lagi..sedih dan hipokrit sekali! (esey! marah pula aku!)...
Dengan itu, Kementerian beliau akan menjadi agensi kerajaan negeri Sabah yang pertama sekali akan mengunakan tenaga artis serta pengiat seni tempatan untuk kesemua acara-acara anjuran kementeriannya dengan bayaran untuk seorang artis tempatan tidak kurang dari RM2000 untuk satu show. Ini adalah selaras dengan keperluan artis itu sendiri dalam penyediaan keperluan-keperluannya seperti pakaian yang bersesuaian untuk persembahan dan sebagainya..."mana bulih artis pakai cantik kalau bayaran satu ratus dua ratus..itu pun kena minta diskaun oleh penganjur"..tambah beliau. Habis bah kana marah/luah perasaan itu malam hehehe...hidup ! Datuk!..disambut tepukan dan sorakan oleh penonton.
Jika ada pun keperluan untuk menjemput artis luar oleh kementeriannya, ianya adalah atas persetujuan dan kebenaran pihak PERTISA dahulu.

Jika bayaran sudah berbaloi maka artis jangan pula lupa untuk memajukan diri mereka sendiri dari segi mutu dan kualiti.

Glamour dan bling! bling!...
Malam tersebut sememangnya glamour dan berwarna-warni bermula dari acara 'red carpet' lagi dengan DJ Othoe (SuriaFM) menjadi penyeri dan momentum awal akan suasana meriah majlis pada malam itu.

Satu persatu artis melangkah dengan penuh semangat, glamour dan prestij bak 'superstar' pada malam itu. Artis wanita dengan berlian berkerlipan, artis lelaki dengan fesyen ranggi dan retro...maka aku dan si Ray pun 'testing' berjalan diatas red carpet (itu pun masa pulang lah!).Persembahan pentas pula tidak kurang hebatnya. Secara peribadinya inilah pertama kali saya melihat dan menilai persembahan artis-artis tempatan yangterlibat. Mantap, berkualiti, ada umph!..semualah ada. Bermula persembahan pembukaan oleh Papier Mache cukup tepat sekali untuk menaikkan mood pada malam itu..James (TJC Studio) menunjukkan taringnya dengan mengguring habis gitar eletriknya, sudah lama dia simpan barang kali!..

Persembahan Esther pula mirip persembahan 'American Idol'..lagu yang tepat, vokal yang mantap, dressing yang cun!...ya ampun! siok la bah!

Artis bersilih ganti menyampaikan lagu dan tiada satu pun yang slack! semuanya profesional dan punya gaya tersendiri, Martha Ginun dan Usal Jon Gavis memang sesuai membawa lagu-lagu duet. Memang kotigog my heart mendengar mereka menarik part vokal-vokal mereka yang tinggi dam alombou tu! hehehe. Lagu persembahan penutup "Mendongak Ke Angkasa" oleh Matt Angkie..menjadi bukti artis Sabah setaraf dengan artis luar jika peluang yang sepatutnya diberikan kepada mereka.

Jumpa lagi di posting Anugerah PERTISA 2008 seterusnya....atuuuukkoi!

Wednesday, May 07, 2008

Cerita 'Kaset" dan INDUSTRI MUSIK SABAH akan datang!


Wah dengar jak perkataan “kaset” teringat aku masa zaman kici-kici dulu awal 80an. Umuran aku itu musim..sudah pandai menikmati muzik la katakan maklumlah bapa aku pun pemuzik, lahir jak aku dengar bunyi saksofon dia. Beliau aku ni bertugas dengan Pancaragam PDRM dari zaman British sampai ke zaman perintah (istilah urang lama untuk kerajaan). Beliau juga merupakan anggota kumpulan PUSPA NADA yang menjuarai Bintang RTM tahunnn…lupa pula aku..cis! dgn penyanyi utama diaorang John Gaisah.

Masa tu artis ndak payah susah-susah promosi, hantar jak pi kadai kaset dan tamu, misti urang beli punya, suatu hari, time aku ikut mama aku pi beli sayur di Pasar Besar KK (masa tu ada kedai kaset di sana kahkahkah)..lagu “Kada Arau Monduli” berkumandang! Mama aku stop dan terus memilih-milih kaset dusun yang best-best..3 kaset kana cuba John Gaisah, Justin Lusah dan sebuah kaset Indon..musim tu harga kaset sekitar RM3.50 saja..murah nyeeeee!!. masa kaset itu kena try..adik perempuan aku umur lingkungan 5 tahun ‘mangalai’ dekat speaker itu kadai, mama aku tersenyum, itu towkay tersenyum (pasal gerenti mama dia beli ni!!), aku betapuk di sebalik bakul sayur mama aku ..malu la bah kunun!! Bila urang ramai tinguk adik aku tu beraksi tadi.

Demikian lah zaman kegemilangan industri musik Sabah, zaman tu artis keluarkan kaset jak gerenti laku. Pernah aku bercerita dengan CT Siong, Pengurus Besar Sabah Records. Menurut beliau masa tu industri musik Sabah dipolopori oleh Syarikat Seh Huat dan Kinabalu Records. Artis-artis zaman itu ramai dan sememangnya berkebolehan dalam mencipta lagu/lirik yang sekarang kita panggil ‘hits’…dan artis pada masa tu amat bersemangat bukan kerana wang (walau bagaimana pun ‘wang’ adalah asas utamanya), tetapi hanya kerana PELUANG untuk ‘mendendangkan hasil ciptaan’ dan ‘memperdengarkan’ kemantapan vocal mereka kepada para peminat bukan senang diperolehi. Recording pula simple saja, 4 piece band pun bulih jalan sudah..cukup mantap, kadang-kadang sewa studio di RTM dia bilang...dgn lirik dan melodi yg cukup menarik…terjual beribu-ribu unit. Kaya towkey! Loaded jugalah si artis..cukup-cukup makanlah.

Well, Itu dulu! ... Sekarang?

Punyalah susah mau jual kaset/album..dgn taste peminat yg bermacam2 sudah dan semakin kompleks dan advance!..maka para composer KDM masa kini kena peka dgn semua ni... sekarang orang-orang di kampung pun mencari album dusun hiphop...wah! melatup jualan album "tribalroots' si ATAMA...muncul Max dengan 'Sumayau HipHop'...

Aku indak mau cakap pasal penciptaanlah pasal isu ni subjektif. Aku mau menyentuh pasal PROMOSI DAN PEMASARAN (pasal isu ni kena bangkit di blog siurang oleh visitors)…yaaaaa…tapi perlu diingat! Semua ni mau pakai DUITTTT!!! Kenapa isu ni penting? Kerana isu ni menjadi bahan bualan bloggers KDM di Sabah sekarang dgn mereka-mereka yg tidak terlibat secara langsung dengan tugas-tugas production ni. ini

Kalau indak ada budget! Nah aku rasa inilah masa persatuan macam PERTISA ni kena memainkan peranannya mencari jalan membantu para ahlinya. Antara cadangan aku, ialah PERTISA ni pun masih baru kan…sumber kewangan pun indada bantuan dari mana-mana pihak..maka mungkin para ahli yg sudah mempunyai produk boleh bergabung buat promotional video clips lagu-lagu hits mereka untuk dimainkan di mana-mana kedai kaset. Setahu aku ramai ahli PERTISA yang mempunyai peralatan serta pengalaman untuk buat ni…mengharapkan syarikat rakaman yang buat memang indak mencukupilah..

Selain itu blog khusus KDM pun aku nampak semakin banyak yg tolong promote album artis-artis local sekarang..maksud aku bukan blog yang meng’ofer’ ‘free download’ la..kesian siurang..macam mana mau cari makan?!..selain itu mungkin kena tinguk sudah kalau-kalau ada pembeli mau beli melalui internet saja…bayar pakai paypal dan courier pakai pos laju (parcel)…

Jadi Itulah aku bilang tadi..macam mana perbahasan kita berkisar..dia akan balik ke isu MODAL..Kalau ada budget bolehlah shooting promosi video yang bagus-bagus dan menarik punya untuk promote artis dan lagu ‘hits’ itu sekali..suruh kadai kaset tu pasang..dorang ni orait saja ni!..bulih anggap macam mengiklan diTV juga baini..kalau ada budget lagi buat promosi di shoping kompleks (tapi ini jarang lah pasal belanja besar)..kalau kana panggil buat show..pigi saja! Tapi cuba letak kan harga yang bersesuaian lah..elakkan sudah istilah “FREE” dan “KAWAN-KAWAN”..bukan apa kita bergerak pun melibatkan kos perbelanjaan punya! Biarlah balik pokok urang bilang..promosi jalan…income siiikit pun ada masuk hehehe.

Jadi untuk diawal ‘langkah’ kita untuk memartabatkan, menaikkan sales, menaikan semula industri musik Sabah yang turut merundum sekarang..maka banyaklah usaha, mungkin termasuklah memerlukan bantuan ‘kawan-kawan’ dulu, maksud aku bukan bantuan kewangan lah tapi nasihat teknikal atau bantuan teknikal, yg perlu kita lakukan dan sumbangkan..termasuklah EMP sendiri..dalam mencari idea-idea yang bernas untuk memajukan diri.

Aku banyak juga dapat info orang-orang musik di Sabah ni yang bakal mengeluarkan album mereka nanti dan aku bangga juga la effort dan pembaharuan diarong. Kemunculan artis dan group baru akan bakal muncul dengan idea yang lebih ‘fresh’ dan up beat…irama musik Sabah aku rasa semakin berani dan berevolusi dengan kemunculan..sori ah kawan-kawan aku promote sikit kamurang hehehe..

kumpulan Jiaja, Decipher, Rapsoul, A Band ( sikit masa lagi..ah Ray?), Infinatez, xxxxx AF (hehehe projek siurang ni)… Asmin Mudin (bah! Jaga kamurang)…dan banyak lagi la dari production house yang lain…eh! lupa si Dbos pun bakal muncul jugaaaa..

Bah!..kepada ahli-ahli PERTISA datanglah ke mesyuarat persatuan pada hari jumaat ni 9 May 2008, jam 5.30 ptg bertempat dibilik mesyuarat Jabatan Muzium Sabah, kerana ada perkembangan yang menarik si Nars bilang…yg belum menjadi ahli dan berminat anda dialu-alukan untuk hadir dan mendaftar..aku pun mau pigi register ni!

AdingEMP 7 May 2008

Monday, March 31, 2008

My 1st Royalty….

I was clearing old-old pictures from my PC la kunun..bila aku terjumpa gambar ni!... I’ve been a MACP registered member since 2000,..i remember those days whenever Ray and I received our mail from MACP, we’ll be jokingly read out the mail (even before we open the contents of the mail)..”Please collect your CHEQUE amounting RMxxxxx…” hahaha..i guest this has been the routines since then…just as our positive HOPES that one day we might have the chance to taste what would it be like to receive your own ROYALTIES…shall I say the enjoyment of being ACKNOWLEDGE for all your works and efforts…for so many years by a body such as MACP.

7 years later in 2007 that jokes came into reality...when, well..as usual Rayner and I received our mail..but this time a bit small..an envelope from MACP..i started to say “ Please collect…..” I saw something familiar design slowly appearing from the envelope as I pulled it out!...i looked at Ray …he is already on the floor ..Fainted! (no lah!..macam aku juga pucat baca surat tu..). “Attached with this letter is your cheque amounting to RMxxx.xx as being ROYALTIES distribution for the year 2007 bla bla bla…for your works title “Nunu Poduli” (lagu dusun lagi tu..)…”

That day we are on cloud 9 or maybe 10…wakakak..we laughed, shocked and still trying to believe it..for a few minutes!! I even pinched my hand..making sure I’m not dreaming!...adui!..yes its real!..amount not that significant to us that time but to us the "proves of acknowledgement" from MACP is number 1.

The moral of the story is, to all composers that haven’t register…please register your works..cause one day you might also collecting your own cheques named ROYALTIES….like us laughing all the way to the bank!

P/s jumlah indak lah banyak tapi..at least siurang tau yang kami sudah dalam paylist MACP hehehe…syukur kepada TUHAN

AdingEMP
31 Mac 2008

Wednesday, March 19, 2008

Album terbaru..FREDO


Oklah..oklah..oklah..ramai kawan-kawan suruh update blog siurang ni..iya bah lamak juga indak kana update…bukan apa siurang punyalah terlampau sibuk beberapa bulan ni..sampai indada masa mau update…pasal kami mau blog siurang ni menyentuh “hal-hal” berkaitan musik saja…err lain-lain isu yang tiada kaitan langsung sama musik mimang banyak tapi indak relevan mau post sini…

Oklah..kali ni aku mau cerita pasal album terbaru artis Skyline dan juga merupakan naib juara KDM Idol I ini..FREDO atau nama butul-butul dia yang bapa dia bagi…Fredolin Raniman, berasal dari Keningau…berperwatakan hensem dan bersaiz sedang-sedang nangka ni..(hehehe..jan marah ah! Fred)…aku respek la..tabik spring!!! toingggg…suara dia sebenarnya mimang versatile..banyak lagi yang sebenarnya siurang mau explore sama vocal dia ni..indak pa la..next project (tunggu budget dari itu lopan Skyline)..vokalnya yang ‘olombou’ bilang kawan perempuan (bujang lagi ni) ofis aku macam ala-ala John Gaisah amat seksi sekali tone suara dia…fuh! jagalah kamurang.

Proses rakaman…tahap emergency la…maksud aku time recording punya laa tight pasal si Fredo ni bertugas sebagai Site Supervisor saaaaana Kudat…kana turun KK penat juga tu…siurang pula siang kerja pejabat…malam2 baru jadi batman di studio…lumrah urang studio ni mimang kerja malam sampai pagi…rakaman suara semua dibuat di studio Ampal Production yang terletak di Putatan Point, manakala proses rakaman musik tambahan, editing, mixing dan mastering di home studio siurang la…kalau aku sebelah katil jak ni hehehe..indak bah.

Mengenai konsep atau genre album dia ni…secara keseluruhan aku, Asmin dan si Ray bertag-team la memikirkan genre album si Fredo ni dengan ber brainstorming pasal takut nanti lopan bilang tidak balik modal! lu orang jual sendiri oh! …dan kami come out dengan album yang berkonsepkan pop-komersil…macam mana pun biasalah siurang ni tambah sikit element-element pop r‘n’b sikit, pop rock dan yang kemestian mesti ada irama tindut-tindut..sumazau..misti ni!..maka berkeluaranlah kunun idea-idea siurang tentang kehidupan harian seorang sukodwagu sekarang ni sebagai asas penulisan lirik...

Selalunya artis-artis dari Sabah ni akan buat statement di paper kalau album dorang sudah keluar bunyi dia lebih kurang ini macam lah…”album saya ni lain daripada yang lain kerana….bla..bla..bla..”apa yang LAIN tu aku pun indak berapa pasti maksud dorang..tapi bagi album si Fredo ni ..err…emmm..mimang lain daripada yang lain juga la…wakakak!..kana ikut juga aku!...

Beginilah maksud aku album si Fredo ni kami muatkan juga satu lagu berbahasa kebangsaan..well, ada urang bilang bagus pasal bulih juga dingar lagu-lagu bahasa melayu artis dusun itu sendiri yang nyanyi…tapi ada juga yang marah pasal dorang bilang kalau mau buat album dusun buat 100% dusun la..jangan campur-campur!...kami dengar dan hormati juga pendapat tu…tapi begini sajalah tompinai…9 lagu dusun kita sudah dengar…kasih chance pula artis kita ni tunjukkan bakat dia yang lain dengan membawa lagu berbahasa lain contoh lagu melayu..pasal..banyak pasal dia ni..supaya senang bila ada jemputan buat persembahan di public ada juga lagu berbahasa kebangsaan dari album sendiri yang si artis KDM ni bulih perform…manalah tau famous pula..untung2 artis itu sendiri jugalah..

Lepas tu three dan seterus nya four, kita kena terima PERUBAHAN…aku rasa perkataan paling sesuai ialah EVOLUSI…album local sekarang ni pun semakin berani dan berevolusi..jadi album FREDO ini kami bagi sedikit evolusi jugalah seperti penampilan lagu yang berkonsepkan pop-komersil diiringi sepenuhnya oleh gitar. Harap-harap lagu macam ni senang dibawah oleh band-band masa urang kahwin ka, birthday party ka..atau apa-apa sajalah. Selain itu beberapa lagu juga berkonsepkan lagu-lagu jenaka dan hiburan ringan waktu driving pulang dari karjakah, hiburan sedang duduk dalam bas on the way mau pulang kampong..dan macam2 lah.

Selain itu aku rasa lagu-lagu cinta didalam album Fredo ni pun bisa-bisa juga tau…bulih pakai untuk lagu dedication buat bakal girlfriend atau untuk mengeratkan hubungan boyfriend-girfriend yang berjauhan, baru lepas begaduh atau apa2 jak la.

Well..apa-apa pun kami semua berharap agar pendengar semua terhibur dan kepada semua pembeli (yang ori) terima kasih atas sokongan anda semua….

AdingEMP 19 Mac 2008

p/s: album ini akan mula berada dipasaran dalam bulan April 2008…bagi para peminat di semenanjung sila lawat http://www.sky-laser.com/ untuk mengetahui tempat album-album KDM di KL..

Friday, March 14, 2008

Industri Muzik Pop Tempatan Sabah: Overview

Tempat: Dewan Resital Pengajian Seni UMS
Jam: 9am-11am (16 Feb 08)
Peserta: Student Bachelor (Seksyen Seni Kreatif)
Penyelaras: Dr.Nizam Attan
Kajian Kes: Skyline,Ampal Production,EMP & (Objek) Clarice John Matha

-Emm...Student 50% org luar...so kita kena kasi tau durang, kalau besok buka production di Sabah...kena tau bahawa produce produk di Sabah bukan dengar2 dua tiga kali pikir boleh bikin laaa...sebaliknya muzik adalah budaya. Kenali budaya sini sedalamnya baru faham market sini. Teoritikal dan praktikal adalah 2 perkara yg amat berlainan. Belajar tinggi2 teori sahaja...Praktikalnya balik ke `jiwa' masyarakat gak...

Asmin Mudin


Asmin Mudin bersama para peserta bengkel

Asmin Mudin & Dr. Nizam Attan

Monday, February 04, 2008

Album Fredo

Album Fredo sudah pun siap Mixing & Mastering. Sekarang ini tengah tunggu mau release saja dan ini terpulanglah kepada pihak Skyline menentukannya. Sementara itu eksklusif dari EMP, demo clip dari album Fredo di EMP MuzikBox.

Monday, November 12, 2007

Biodata Asmin Mudin

Nama : Asmin Bin Mudin

Nama Kampung :
Umbut

Nama Pena : Asmin Mudin, Umbut, KKS

Umul : 37 tahun (2007)

Bintang :
Aries

Hobi : Sukan (Badminton & Bola Tampar) Badminton tiada tittle, tapi biasa main duit 5-50 ringgit matilah berabis apa lagi tekena partner kayu pura2 pukas set ke-2

Hobi Terpaksa : Bikin lagu


Hobi Apa Buli Buat : Mengajar budak2 tingkatan 1 & 2 di SMK Inanam

Apa Di Ajar? : Bahasa Melayu dan Pendidikan Seni. Tahun depan kena ajar muzik untuk budak SPM plak aduh

Pengalaman Dalam Niaga Muzik : Sejak tingkatan 2...20 tahun da ngkali

Lagu-Lagu Yg Pernah Dicipta :
Malas aku cakap..ada 300 da ngkali..kamu tanya MACP la



Artis-artis yg pernah dipopularkan : Malas cakap...bagus aku nyanyi sendiri la

Perkara ajaib terkini :
Baru gak minggu lepas...ada kwn badminton ajak jual galang amega...manalah aku suka direct selling..dia kasi cuba aku pakai n lawan single sama Ramli (54 tahun) aku enda pernah menang lawan ini org kaya tua! Aku menang 21-15, set ke-2 dia pukas...Jadi aku belilah galang tu bayar skit2. Dia bilang bila isi borang?..aku ckp..ah! ko da dapat RM640 apa lagi

Cita-cita :
Mau dapat award sekali lagi sebelum mati ha ha ha(effect flanger)

Prinsip Hidup :
Beli rumah 99 tahun peduli apa cucu cicit durang punya pasal la!

Perkembangan Muzik Terkini : Alah..kena bikin theme song drama RTM plak...Muhibbah da siap (aku, Sazzy, Meng & enta sapa india tu) dan hari ni baru siap mix Bayangan Musyrik...enta bila drama main.

P/S Cerita, pengalaman & pencapaian Asmin ada terdapat dalam majalah SAME (Sabah Artiste and Music Entertainment) edisi ke-2 yang telah dilancarkan pada 09 November 2007.